Kamis, 30 September 2010



Play on until the final whistle with the 2011 edition of EA’s officially-licensed FIFA game series. FIFA Soccer 11 delivers a true soccer experience with authentic club and leagues licenses and gameplay refinements and innovations that combine to create the complete soccer simulation. The physics-based, data-driven technology behind the EA Sports soccer engine has been optimized for PC. Experience unprecedented freedom on the pitch with individuality of player control and movement, sophisticated ball touches, and physical interaction between players.

System Requirements:

Intel Core 2 Duo E6600 2.4GHz or AMD Athlon 64 X2 Dual Core 5600+
Nvidia GeForce 8800 GT 256MB or ATI Radeon HD 3870
RAM 1GB (XP user) or 2GB (Vista/7 user)
Hard Disk Space 4.5 GB 
DirectX 9 (XP user) or 10 (Vista/7 user)

OS: Windows XP / Vista / Windows 7
Processor / CPU: Intel Core 2 Duo 1.8 GHz / Athlon 64 X2 Dual Core 5400+
VGA: 256 MB VRAM (NVIDIA GeForce 6800 or better / ATI Radeon X1600 or better)
RAM: 1 GB (2 GB for Windows Vista / Windows 7)
Hard Disk: 6.5 GB
DirectX: 9.0c
Supported Chipsets:
GeForce 6xxx series (6800 or greater), 7xxx series, 8xxx series, 9xxx series, GTX 2xx series. ATI Radeon X1600 (or greater), X1800, X1900, X1950, HD 2xxx series, HD 3xxx series, HD 4xxx series.

Spoiler untuk link untuk versi RELOADED:






Spoiler link dari maknyos

source : indowebster dan kaskus

Selasa, 28 September 2010

Cara Membuat Spoiler Di Blog

Spoiler adalah cara untuk menyembunyikan seluruh atau sebagian isi dari konten blog kita. Spoiler juga bermanfaat agar konten yang berat seperti gambar dalam ukuran besar dan video tidak diload sebelum menekan tombol show. Dengan kata lain spoiler membantu kita mengurangi waktu load konten blog dan memberikan pilih kepada pembaca blog untuk membuka atau tidak isi spoiler.

Menyembunyikan konten tertentu dari sebuah halaman blog/website diperlukan untuk menghemat space. Ketika visitor ingin melihatnya mereka dapat dengan mudah menampilkannya. Begitupun dalam software forum semacam vBulletin, Spoiler pasti banyak digunakan.

Berikut kode yang bisa digunakan dalam membuat spoiler di blog:

<div><div style="margin: 5px;">
<div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"><i><span style="font-weight: bold;">Tentang bla..bla.bla.. </span></i><input value="Show" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"/>
<div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;">
<div style="display: none;">

isi spoiler...


Kode HTML diatas akan memberikan hasil seperti dibawah ini:

Tentang bla..bla.bla..

isi spoiler...

source :


Deceived by the forces of evil into prematurely bringing about the end of the world, War—the first Horseman of the Apocalypse—stands accused of breaking the sacred law by inciting a war between Heaven and Hell. In the slaughter that ensued, the demonic forces defeated the heavenly hosts and laid claim to the Earth. Brought before the sacred Charred Council, War is indicted for his crimes and stripped of his powers. Dishonored and facing his own death, War is given the opportunity to return to Earth to search for the truth and punish those responsible in Darksiders. Now, hunted by a vengeful group of Angels, War must take on the forces of Hell, forge uneasy alliances with the very demons he hunts, and journey across the ravaged remains of the Earth on his quest for vengeance and vindication.

Minimum System Requirements:
Operating System: Microsoft Windows XP (SP3) / Windows Vista (SP1) / Windows 7
Processor: Intel Pentium IV at 3.0Ghz / AMD Athlon 64 3800 Processor at 2.4Ghz
Video Card: 256 MB VRAM - nVidia GeForce 8800 or GeForce GT220 / ATI Radeon X1900
Memory: 1 GB RAM (XP) / 2 GB RAM (Vista & 7)
Hard Disk: 12 GB of free Hard Drive SpaceSound: DirectX 9.0c compatible sound card
Direct X: 9.0c
Controls: Keyboard & Mouse
Installation: DVD-ROM Drive

Recommended system requirements:
Operating System: Microsoft Windows XP (SP3) / Windows Vista (SP1) / Windows 7
Processor: Intel Core 2 Duo E6420 Dual Core at 2.13Ghz / AMD Athlon 64 X2 5200 Dual Core at 2.60Ghz
Video Card: 256 MB VRAM - nVidia GeForce GTS 240 / ATI Radeon HD 3870
Memory: 2 GB RAM (XP) / 3 GB RAM (Vista & 7)
Hard Disk: 12 GB of free Hard Drive Space
Sound: DirectX 9.0c compatible sound card
Direct X: 9.0c
Controls: Keyboard & Mouse
Installation: DVD-ROM Drive

Publisher: THQ
Developer: Vigil Games
Genre: Modern Action Adventure
Retail Date: Sep 24, 2010

Release Name: Darksiders-SKIDROW
Size: 13.63 GB

Spoiler untuk HOTFILE:

Spoiler untuk SHARE ONLINE:

Spoiler untuk Single Link EX.UA:

source :

Jumat, 24 September 2010

Cara Memasukkan Video Youtube Ke Posting Blog

Bagi teman – teman yang belum tahu cara memasukkan video dari ke dalam postingan blogspot, semoga tips ini berguna. Bagi yang sudah tahu, semoga bisa menambahi kalau ada yang kurang.

Berikut ini langkah – langkah Cara Memasukkan Video Youtube Ke Postingan Blogspot:

  • Login dulu ke account blogspot, kemudian langsung pilih NEW POST.
  • Buka, lalu pilih video sesuai keinginan anda.
  • Pada halaman sebelah kanan terdapat keterangan URL dan Embeed.
  • Nah, kode yang ada di Embeed itu silahkan anda copy dan paste di posting blogspot. Lalu klik PUBLISH POST.

Silahkan anda cek hasilnya dengan klik VIEW BLOG dan prok…prok...prok..., video dari pun tampil di blog anda.

source :

Rabu, 22 September 2010

Sejarah Crest Manchester United

Gambar 1 :

Dalam logo ini, gambar yang ditonjolkan adalah binatang. Binatang tersebut berada disisi kiri dan kanan. Berdasarkan sejarah, kedua binatang yang tertera di logo tersebut adalah seekor singa dan seekor binatang mirip kuda. Maksud dari gambar kedua binatang tersebut kurang lebihnya Manchester United dapat bermain cepat seperti larinya kuda dan garang seperti singa. Tujuan utama tentunya meraih kemenangan. Gambar perahu sudah ada dalam logo generasi pertama yang menandakan bahwa Manchester United terletak di sebuah kota pelabuhan.

Gambar 2 :

Dalam logo ini, masih tetap menonjolkan gambar binatang. Hanya saja ada sedikit penambahan pada ornamennya. Itu di maksud untuk menambah keindahan dan daya tarik. Gambar perahu masih tetap ada. Tulisan latin yang berbunyi “ Concillo et Labore “ lebih ditekankan. Dalam bahasa Inggris, tulisan tersebut merupakan “ Wisdom and effort “ artinya Kebijaksanaan dan Usaha. Maksudnya, klub tersebut diharapkan dalam mencapai segala usaha untuk kejayaan klub di lakukan dengan cara bijaksana. Logo ini merupakan logo lama dan diperkenalkan pada era 1940an

Gambar 3 :

Di era ini, logo telah berubah secara drastis. Gambar dua binatang yang ada di logo lama kini tidak ada lagi. Logo ini lebih sederhana dan warna merah yang merupakan warna dominan Manchester United lebih ditonjolkan. Satu lagi gambar perahu masih tetap ada. Dan itu tak akan pernah dihilangkan sampai kapanpun. Itu merupakan rasa cinta terhadap daerahnya. Gambar logo di buat lebih modern dan tidak ada bentuk aneh dan rumit pada logo sebelumnya. Tulisanpun telah di ganti dengan nama club Manchester United Football Club. Ini mengindikasikan bahwa Manchester United telah menjadi klub profesional. Logo ini diperkenalkan di era 1950an sampai 1960an

Gambar 4 :

Di era Sir Matt Busby, manchester United mendapat julukan “The Red Devils” alias setan merah. Julukan ini melekat bukan tanpa sebab, melainkan berdasarkan fakta di lapangan. Saat itu Manchester United merupakan tim yang permainannya paling jago. Ciri khasnya adalah garang dan kemenangan selalu diraih. Bukan hanya itu saja, Manchester United juga sering meraih gelar juara baik di piala FA maupun di Liga Inggris. Maka, pantas julukan setan merah melekat di Manchester United. Untuk lebih menguatkan julukan tersebut, gambar setan mulai terpampang di logo Manchester United. Gambar Setan dengan memegang trisula tersebut terpampang di tengah logo. Era tersebut disebut era kedatangan Red Devils, dan itu terjadi pada tahun 1973-1988. Tulisan yang tertera berbunyi Manchester United Football Club masih sama dengan era sebelumnya.

Gambar 5 :

Ini merupakan perubahan logo Manchester United yang terakhir. Logo ini memang sengaja diperkenalkan karena Manchester United telah berbentuk Plc atau sudah menjadi perusahaan go public. Dalam hal ini, orang luar boleh membeli saham Manchester United dan turut dalam jajaran kepemilikan Mancheste United. Manchester United sendiri terdaftar go public sejak 1991. Logo anyar ini baru diperkenalkan pada tahun 1998. Bedanya tidak mencolok. Ciri khas Manchester United dengan gambar perahu tetap ada. Warna dominan masih merah dan gambar setan juga terpampang dengan jelas. Perubahan yang terjadi hanya pada tulisan. Yang sebelumnya tertulis Manchester United Football Club, kini berganti Manchester United saja. Logo tersebut lebih sederhana dan gampang dikenali. Logo tersebut masih tetap digunakan sampai sekarang walaupun Manchester United tidak lagi berbentuk Plc.

source :

Sabtu, 18 September 2010

Top ten Red v Red counts down ten memorable games between Manchester United and Liverpool over the years.

Liverpool travel to Old Trafford on Sunday for the latest game in a series between two teams who share one of the greatest rivalries in football. Manchester United currently have the edge with 69 victories to the Merseysiders' 60, while there have been 50 draws. Supporters are mainly interested, of course, in the most recent result as they look to secure North West bragging rights for the next few months. There have been so many classic encounters over the years that narrowing it down to the ten best of all time would be a mind-boggling exercise, so is instead recalling some of the most memorable since the Premier League started.

Manchester United 2 Liverpool 2 - October 1992

The rivalry was already well-established by the time the sides met for the first time in the new-look Premier League, serving up a thrilling four-goal draw at Old Trafford. Don Hutchison and Ian Rush fired Liverpool into a 2-0 lead at half-time and it looked like the points were safe as they held firm until deep into the second period. But as is so often the case in these games there was late drama, with Mark Hughes reducing United's arrears in the 78tth minute and then netting an equaliser just before the final whistle.

Liverpool 3 Manchester United 3 - January 1994

United were undeniably the dominant force in English football at this time as they defended their league title and Liverpool slumped to a disappointing eighth-placed finish, but the Anfield outfit still raised their game for this midwinter cracker. Such a scoreline had appeared unthinkable when United roared into a three-goal lead thanks to Steve Bruce, Ryan Giggs and a Denis Irwin free-kick, but Nigel Clough struck twice to set up a rousing finale and Neil Ruddock headed home late on to cap a remarkable fightback.

Manchester United 2 Liverpool 2 - October 1995

Another classic which ended all square as flamboyant Frenchman Eric Cantona took centre stage on his return from a ten-month suspension for his infamous attack on a fan at Selhurst Park. The United legend set up Nicky Butt for an early opener but then faded out of the limelight as Robbie Fowler produced the sort of sublime performance that was a common occurrence during his Liverpool heyday, scoring twice to put the visitors in front. But ultimately it was Cantona who had the last laugh, slotting home a penalty to salvage a precious point.

Liverpool 1 Manchester United 3 - April 1997

Gary Pallister, renowned as one of the finest centre-backs in the business, made an impact at the other end of the pitch with an unlikely double as United took the honours away from home. Billed as a likely title race decider, the Red Devils were soon in front when Pallister headed home a David Beckham cross. John Barnes brought Liverpool level before Pallister found the target again, and a howler from David James allowed Andy Cole to secure the points and leave Anfield in silence.

Manchester United 0 Liverpool 1 - December 2000

Liverpool had gone ten games without a win against United prior to this meeting but that just made success all the sweeter as a delightful Danny Murphy free-kick proved good enough. The key moment came just before half-time and the visitors hung on for victory as Gerard Houllier's promise that 'we will beat them one day' came true. Liverpool went on to enjoy a splendid campaign by emerging triumphant in the League Cup, FA Cup and Uefa Cup.

Liverpool 3 Manchester United 1 - November 2001

The atmosphere at these games is always special but on this occasion the Anfield faithful were in better voice than ever to rally their troops. Houllier had just fallen ill and Liverpool were in need of a lift. They responded with a wonderful performance as Michael Owen struck twice and John Arne Riise smashed in a spectacular free-kick, meaning David Beckham's effort was mere consolation.

Manchester United 4 Liverpool 0 - April 2003

An unusually one-sided affair as the Red Devils ran riot at home. Ruud van Nistelrooy did much of the damage with a brace of penalties, while Ryan Giggs and Ole Gunnar Solskjaer also scored. The writing was on the wall as early as the fifth minute when Sami Hyypia was sent off for a foul in the box and Van Nistelrooy tucked away his first spot-kick. Liverpool managed to stay in the game for another hour before the Dutchman netted again to completely kill off the contest.

Manchester United 3 Liverpool 0 - March 2008

United closed in on another title with a dominant display at home, and again the match turned on a Liverpool player being sent off. Javier Mascherano was the man given his marching orders this time after a foolish show of dissent just before half-time, although Wes Brown had already opened the scoring. Cristiano Ronaldo headed home United's second late on but there was still time for Portuguese compatriot Nani to pile on more misery with a fine finish.

Manchester United 1 Liverpool 4 - March 2009

Liverpool overturned the reigning champions at Old Trafford to claim one of their finest results in recent years, with Fernando Torres at his brilliant best to inspire an emphatic win. United took control early on thanks to a Ronaldo penalty but the Merseysiders came storming back thanks to goals from Torres, who tormented Nemanja Vidic all afternoon, Steven Gerrard, Fabio Aurelio and Andrea Dossena. The result reignited Liverpool's title hopes, although ultimately they fell just short as United held their nerve.

Liverpool 2 Manchester United 0 - October 2009

The pressure was mounting on Rafa Benitez after an awful sequence of results for Liverpool but they bounced back in style courtesy of goals from Torres and David Ngog. Spanish star Torres again rose to the occasion by breaking the deadlock with a classy effort, having raced away from Rio Ferdinand to lash the ball past Edwin van der Sar. Ngog got in on the act during a remarkable climax which also saw Vidic and Mascherano shown red cards, not for the first time in this fixture.


Selasa, 14 September 2010

10 VGA Card Gaming Pilihan

Bingung memilih Graphic Card (VGA Card) mana yang cocok untuk komputermu? Seabrek pilihan tersebut bisa dipersempit lewat kategori VGA Card khusus komputer game. Cara paling mudah memilih VGA Card adalah dengan membeli produk atau seri terbaru. Semakin baru teknologinya, tentu makin mahal juga harganya. Berikut ini sejumlah VGA Card yang pas untuk komputer game dengan harga terjangkau.

1. ATI Radeon HD 5870
Seri ATI Radeon 5800 sudah lama didedikasikan untuk performa video card yang terbaik. Hal itu terbukti begitu HD5870 hadir di pasaran, VGA Card ini langsung menempati tingkat teratas dari kategori single GPU, dan bersaing ketat dengan Geforce GTX 480. HD5870 menggunakan GDDR5 berkapasitas 1GB dan core clock speed 580Mhz, juga mendukung DirectX 11. Ukuran perangkat agak besar, sehingga pemasangannya memakan tempat dua slot di mainboard.

2. ATI Radeon HD 5850
VGA Kedua yang dirilis dalam platform seri Radeon 5800 adalah HD 5850. Walaupun lebih lambat dari HD5870, perangkat ini memiliki fitur yang sama, termasuk DX 11, Eyefinity, HDMI Bitstreaming, Supersample Anti-aliasing, dan 1 GB GDDR5 memory. Yang membuatnya lebih mahal dari HD587 adalah dikarenakan konsumsi listrik yang lebih kecil dan juga memiliki ukuran yang lebih kecil. Sedangkan untuk kecepatannya sebanding dengan GTX 285. VGA ini cukup laku dipasaran.

3. Nvidia GeForce GTX 470
GTX 470 adalah produk Nvidia pertama yang mendukung penggunaan DirectX 11.  Saat ini yang memiliki Chipset Single-GPU tercepat di pasaran hanyalah GTX 480, memang harganya cukup mahal. GTX 470 hanya setingkat dibawahnya, untuk hasil Benchmark dalam beberapa game hasilnya tidak jauh dari Radeon HD5850, sedangkan konsumsi listriknya lebih kecil dari HD5000. GTX 470 cukup memadai untuk gaming dan harganya lebih murah dibanding GTX 480.

4. ATI Radeon HD 5970
Radeon dual-GPU monster adalah HD 5970. Perangkat yang mulai dipasarkan akhir tahun lalu ini langsung menjadi "fastest discrete video card". HD5970 memiliki perbandingan kecepatan yang sama dengan dua unit HD5870, tetapi power yang dibutuhkannya bisa mencapai 300W. Perangkat ini memiliki Auxiliary Connector 6-pin dan 8-pin, dan menggunakan single PCB. Ukurannya lebih panjang dari ukuran VGA pada umumnya dan harganya juga dibawah VGA lain di kelasnya.

5. ATI Radeon HD 5830
ATI menawarkan VGA dengan harga bersaing lewat HD5830, yang dibandrol lebih murah daripada HD5770 dan HD5850. Perangkat ini hadir untuk menggantikan seri HD4890 yang sudah dihentikan produksinya. Dengan menggunakan teknologi GDDR5 berkapasitas 1 GB dan 256-bit memory bus, HD5830 sedikit lebih cepat dari HD5850. Walaupun belum secepat GTX 465, akan tetapi HD5830 tetap mampu menjalankan game beresolusi tinggi.

6. Nvidia GeForce GTX 465
GeForce GTX 465 adalah produk terbaru di deretan seri 400. Harganya US$280. Perangkat ini hadir dengan GDDR5 berkapasitas 1 GB dan menggunakan 256-bit memory bus. Untuk kecepatan dalam game, GTX 465 bisa bersaing melawan GTX 470.

7. ATI Radeon HD 4890
Radeon HD 4890 memiliki spesifikasi yang hampir sama dengan HD 4870, kecuali kecepatan clock speed. Perangkat ini sebanding dengan GeForce GTX 270 dan 280, untuk hasil benchmark setingkat dibawah GTX 285. Radeon HD 4890 dijual dengan harga US$200.

8. Nvidia GeForce GTX 285
Tidak lama setelah dirilis GeForce 9800, Nvidia memasuki era baru dengan meluncurkan GTX seri 280 dan 260. GTX 285 adalah seri 280 yang menggunakan teknologi 55nm, dan perangkat ini menjadi "true graphics powerhouse" dengan teknologi 1.4 billion transistor. Hadir di pasaran dengan harga lebih rendah daripada jajaran seri 280. Kemampuannya bisa diandalkan, masih bisa bersaing dengan Radeon HD 5000.

9. ATI Radeon HD 5770
Walaupun clock speed perangkat ini sama dengan HD 5870, kemampuan HD 5770 hanya setengahnya dibanding HD 5870, baik dalam hal kecepatan proses maupun tekstur unit. Perangkat ini memakai 128-bit memory bus, sedangkan 5870 menggunakan 256-bit. Bahkan dalam beberapa game perangkat ini lebih lambat dibanding HD 4870, padahal harganya hampir sama. Kelebihan dari HD 4870 adalah merupakan produk baru dan mendukung DirectX 11, memiliki fitur terbaru dari ATI (misal Eyefinity).

10. ATI Radeon HD 4870
HD 4870 tidak secepat GTX 280 dalam semua hasil benchmark, tetapi memiliki desain teknologi menggunakan Chip 55nm, sehingga konsumsi power lebih kecil. Perangkat ini merupakan produk ATI pertama yang menggunakan teknologi GDDR5, dan mendukung DirectX 10.1. HD4870 bisa dibeli seharga US$200. Fungsinya masih cukup memadai untuk gamer yang tidak terlalu memerlukan DirectX11.

Pilihan Lain
Selain sepuluh pilihan tersebut, masih banyak VGA Card Gaming yang cukup handal, tetapi tidak cukup kuat untuk ekstrim gamer yang lebih mementingkan tampilan grafis maksimal. Buat gamer yang memiliki budget di bawah US$200, ada sejumlah pilihan lagi, yaitu:
  • Nvidia GeForce GTX 275
  • Nvidia GeForce GTX 260
  • ATI Radeon HD 4850
  • Nvidia GeForce GTX 250
  • ATI Radeon HD 5670
  • ATI Radeon HD 5570
  • Nvidia GeForce GT 240
  • ATI Radeon HD 4830
  • Nvidia Geforce 9800 GT
  • ATI Radeon HD 4670

Jumat, 10 September 2010

I Respect Liverpool More Than Chelsea & Man City

As a childhood United fan, Gary Neville has revealed his hatred for Liverpool. The 35-year-old club captain has said his blood boiled from Liverpool's dominance of the Premier League. However, with United having passed the Scousers out, he now has more respect for our rivals, than Chelsea or City.

The Red's host Liverpool at Old Trafford in two weeks time, where new manager Roy Hodgson will attempt to prove his worth against the almighty Sir Alex Ferguson. And before anything else, Nev has begun the traditional pre-match verbal row.

"When I was younger there was no doubt about it - I was a United fan, they (Liverpool) were winning everything and it was a horrible time. Jealousy, hatred, passion for your own club, you don't want them to win anything and you don't like the people who're winning." Neville told United legend Paddy Crerand on MUTV.

"I suppose it comes from jealousy through my childhood but I have more respect for them as a club in a sense of their tradition and their history than I do for some other clubs who've been coming on the scene in the last few years, throwing a load of money at it. Liverpool have got a good history, you have to hand it to them, and they've been successful."

Ryan Giggs was recently tipped for the position as Wales manager - which he obviously won't take, yet. Paul Scholes has also revealed his dream of becoming a gaffer, as has Michael Owen.

But what does Nev think ? - "I am maybe a bit too emotional. You have to have the patience to understand players. I am not sure I would be able to do that. I think Ryan Giggs can do it. I think Paul Scholes could do it. I am wondering if its the right thing for me. I am not sure."

Neville added that this season could be his last at The Theatre Of Dreams... "Two years ago I thought it would be my last season. Obviously, last year I felt the same. I recognise this one could be as well. I turned round during training one morning (last April) and said: 'I have three games to go at Manchester United'. I had not spoken to the club and I genuinely felt it could be the last three weeks."

source :
Related Posts with Thumbnails